Well, udah masuk tahun 2016 aja nih. Setahun lalu absen nge-blog. Banyak kisah dan kejadian yang terlewati selama 365 hari. Rasanya baru kemarin gue nge-blog sebagai "mahasiswi". And now..... kalo kata abang Ed Sheeran dan kakak Taylor Swift, "Everything has changed....."
Gue sekarang udah kerja di salah satu perusahaan swasta bergerak dibidang Otomotif. Basically, gue kuliah jurnalistik, tapi kerjaan gue sekarang sama sekali gak ada hubungannya. Tapi namanya juga cari pengalaman, ya dijalanin sajaaaaaa duluuuuuu!
By the way, gue sekarang bukan mau bahas masalah kerjaan gue (tunggu aja postingan blog berikutnya). Gue mau cerita pengalaman gue selama jadi mahasiswi kemarin. Gue gak tau apa kebetulan banget, hasil tulisan magang dan skripsi gue berkaitan. Yup, temanya sama : PEREMPUAN.
Suer, gue sama sekali gak sadar bakal ngangkat tema yang sama.
Mulanya gue pengen banget ngangkat tema anak-anak. Secara gue waktu itu sempat dapat panggilan interview magang di majalah anak-anak (gausah disebut brand, kalian pasti tau ^^). But how sad....gue gak lolos. Okay! Tetep usaha cari tempat magang dan finally,gue keterima di Radio Heartline 100.6 FM sebagai asisten Produser program feature Perempuan.
Rabu, 20 Januari 2016
Hello 2016 : Untukmu, Perempuan di Indonesia
Label:
elv,
john fiske,
jurnalistik,
komunikasi,
magang,
patriarki,
perempuan,
radio,
semiotika,
skripsi
Sabtu, 17 Mei 2014
LELANG ONLINE DI INDONESIA
Bid! Bid! Bid!
Istilah tersebut pasti tidak asing ditelinga para pecinta
lelang online. Saat ini sistem lelang memiliki peminat yang cukup banyak tidak
hanya di Indonesia tetapi juga di dunia. Dari hasil survey yang dilakukan Visa
E-commerce di Indonesia, setengah dari total 508 responden belanja di situs
asing dan 16% diantaranya mengikuti kegiatan lelang online. Selain itu, saat
ini kita bisa melihat bagaimana sistem lelang juga dilakukan oleh situs
e-commerce ternama dan beberapa komunitas di sosial media. Tentu saja
peminatnya pun banyak.
Lelang sendiri adalah proses membeli dan menjual barang atau
jasa dengan cara menawarkan kepada penawar, menawarkan tawaran harga lebih
tinggi, dan kemudian menjual barang kepada penawar harga tertinggi
(Wikipedia.com). Di Indonesia, sistem
lelang sudah digunakan sejak jaman Hindia Belanda dimana saat itu sistem lelang
pertama kali diperkenalkan di Indonesia dan biasa digunakan lelang terhadap
aset-aset pejabat atau pemerintah yang dimutasi pada saat itu (Artikel sejarah
lelang, 2011).
Senin, 09 September 2013
HAK-HAK PUBLIK
Elvira
Beryl Valencia Gulo
11140110226
Indepth
Reporting
Jenis-jenis
Hak Publik
Berikut ini jenis hak-hak publik:
Berikut ini jenis hak-hak publik:
Kamis, 02 Mei 2013
No Title
This is my feeling now :)
Crush - David Archuleta
Everyday i always think
When something happens and bothers me
Feature Profil : Gak Usah Sing Neko-Neko
Tugas ini dibuat untuk memenuhi mata kuliah Penulisan Feature
“Ya, pokoknya saya hidup dan bekerja itu, yang
paling penting tiga hal, Mbak.
Pertama, patuh pada peraturan. Kedua, kejujuran. Kan kalo orang jujur selalu dipercaya sama orang. Ketiga, disiplin
keamanan, disiplin warga, disiplin waktu. Yang penting disiplin segalanya.”
Sebuah asap
mengepul di udara. Jari telunjuk dan tengah mengapit sebuah benda berbentuk
silinder kecil panjang di tangan kanannya. Sekali-kali asap keluar dari mulut
bapak paruh baya itu. Bau rokok mencuat kemana-mana.
Di posko
berukuran 1 x 1 meter, Joni Supriyatman bertugas. Posko dengan kombinasi warna
hijau-hitam dan berdinding semen, seakan menjadi tempat terbaiknya untuk
beristirahat usai berkeliling komplek perumahan Batu Ceper Indah. Seragam biru
tua dilengkapi tali peluit yang bertengger di bahu kiri dan alat pentungan yang
tergantung di pinggang, menjawab identitas pekerjaannya sebagai satpam.
Sebulan sudah,
Joni, biasa dipanggil, menjalani pekerjaannya sebagai satpam perumahan Batu
Ceper Indah. Waktu tugasnya dari pukul tiga sore hingga sebelas malam. Pria
berusia 38 tahun ini sehari-hari menjalani dua pekerjaan. Ketika pagi hari, dia
harus menarik becak dan ketika sore hari dia bekerja sebagai satpam.
“Awalnya saya
enggak mau jadi satpam. Tetapi karena sudah ditawari sama bapak-bapak komplek,
saya coba. Kalau saya bisa mengabdi sama
masyarakat ya dijalanin saja,” katanya sambil tersenyum.
Bapak dari empat
orang anak ini berpostur kecil. Walaupun demikian, dia sangat bertanggung jawab
menjalankan tugasnya. Pekerjaan dia sebagai tukang becak, sudah ditekuni selama
15 tahun. Lokasi mangkal disekitar komplek perumahan Batu Ceper Indah. Walaupun
Joni tidak tinggal disekitar komplek perumahan, tetapi pengabdiannya terhadap
pekerjaannya yang senantiasa melayani warga-warga yang membutuhkan transportasi
becak, membuatnya mendapat kepercayaan untuk menjadi satpam.
Sifatnya yang
ramah dan tegas, membuat Joni mudah berbaur dengan warga-warga komplek
perumahan. Saat malam hari, dia suka berkumpul bersama bapak-bapak untuk
sekedar nongkrong, menyalurkan hobinya bermain catur, atau bertukar pendapat.
Asap rokok
perlahan mulai menghilang. Tangan kanan Joni kini menggenggam sebuah pematik
berwarna ungu. Selagi berbincang, dengan ramah dia menyapa setiap warga komplek
yang lewat. Mobil, motor lalu lalang di depan posko satpam tempat kami berada. Pandangannya
sangat tajam. Mengawasi dengan seksama
setiap kegiatan di jalanan komplek.
Semangat Joni
membara ketika bercerita mengenai lika-liku perjalanan hidup dia. Lahir dari
keluarga sederhana di Semarang, Jawa Tengah. Joni adalah anak ketiga dari lima
bersaudara. Saat kelas 3 SD, dia terpaksa berhenti sekolah. Kedua orangtuanya
telah meninggal. Untuk membantu adik-adiknya, dia menyambung hidup di Jakarta
bersama yayasan penampungan tenaga kerja. Tempat pertama dia bekerja di Jakarta,
yaitu di kawasan Mangga Dua.
Tidak ada
keahlian khusus yang dimiliki Joni. Tetapi sepanjang hidupnya, dia telah
mencoba berbagai macam pekerjaan.
“Namanya mau
nyambung hidup, terpaksa berjuang, Mbak,”
katanya sambil menerawang ke masa lalu.
Mulai dari
membantu usaha catering, bekerja
sebagai penjual tiket di gedung bioskop, berjualan buah dingin, bekerja di
perusahaan mie, bekerja di bengkel, hingga menjadi karyawan gudang salah satu
perusahaan garmen, semua sudah dilakukan oleh Joni. Bahkan dia pernah bekerja
selama dua tahun di Pangkal Pinang di sebuah perkebunan Lada.
Saat bekerja
sebagai di perusahaan garmen, Joni bertemu dengan Satiyem, yang saat itu
sebagai tukang jahit. Satiyem berasal
dari Cilacap dan sama-sama mengadu nasib di Jakarta.
Senyum
mengembang di wajah Joni, saat saya menanyakan pertemuan dengan istrinya.
Selasa, 19 Maret 2013
INI ADALAH PILIHANKU!
Tugas ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah penulisan feature :)
“Yang
paling aku kangenin dari keluarga ya mama, Mbak. Apalagi masakan sop buatan
mama,” kata Ida sambil tersenyum. Pikirannya menerawang ke kampung halaman.
| Zumaroh Aida, 18 Tahun, hidup jauh dengan orang tuanya di Pemalang untuk bekerja membantu keluarga sebagai baby sitter. |
“Sedih
sih Mbak, harus pisah sama orang tua, tapi juga senang bisa bantuin mereka,”
katanya.
Berat.
Sedih. Perasaan itu sangat terasa saat pertama kali hidup berjauhan dengan
orang tua. Rasa ingin pulang selalu terlintas dibenaknya. Tetapi ingatan akan
tujuan utamanya, membuat dia tetap bertahan.
“Aku
mau sekolahin adik, biar ada satu dikeluargaku yang bisa sekolah sampai lulus
dan berhasil,” katanya pelan sembari menidurkan anak asuhannya. Tangan kanannya
mengambil sebuah majalah di lantai dan mengipas-ngipaskannya agar si anak tidak
kepanasan.
Tiba-tiba
terasa sebuah getaran di lantai yang membuat saya dan dia terkejut. Kami berdua
saling bertatapan. Sebuah alunan lagu Korea ”It
Has To Be You” yang dinyanyikan oleh Yesung, terdengar nyaring. Dia
tersenyum malu melihat ke arah saya. Suara itu berasal dari handphone Nokia Asha 311 berwarna pink. Dia
segera mengambil handphone-nya dan
menekan tombol “Call”.
Rabu, 27 Februari 2013
Kreativitas Melawan Politik Pemerintahan Kenya
Tugas ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah penulisan feature :)
Waktu menunjukkan
pukul 08.00 malam. Suasana mencekam nampak di Nairobi, daerah yang
berada di negara Kenya. Boniface Mwangi, 29 tahun, memasuki sebuah
rumah tempat timnya berkumpul. Dia adalah seorang aktivis Kenya yang
tergabung dalam organisasi Picha Mtaani, bertujuan memerangi
pemerintahan yang penuh dengan korupsi, kekerasan, dan ketidakadilan.
Banyak masyarakat Kenya hidup dengan penghasilan dibawah rata-rata,
korupsi antara tahun 2002-2007 mencapai 1$BN, pada pemilu Desember
2007 lebih dari 1.100 orang terbunuh dan 600.000 orang secara paksa
dipindahkan. Boniface duduk mengitari meja bersama para timnya.
Tumpukan kertas-kertas dan beberapa cangkir teh menghiasi meja
diskusi. Lima orang termasuk Boniface, berdiskusi mengenai rencana
mereka.
“Aku khawatir
karena jika kita merencanakan proyek ini, kita harus melihat apakah
itu sesuai dengan dinding,” kata salah seorang dari mereka sambil
menunjukkan sebuah kertas dengan coretan.
Graffiti, Boniface
menyebutnya demikian. Itulah kreativitas yang mereka gunakan untuk
menyalurkan pendapat dan aksi protes. Ini adalah proyek pertama
mereka. Waktu terus berjalan, malam kian mencekam. Perasaan gugup
memacu adrenalin Boniface selama perjalanan menuju pusat kota
Nairobi. Mereka melepaskan diri dari zona aman dan datang untuk
memerangi undang-undang dan mengatakan kebenaran.
Pukul
10.00 malam, Boniface dan timnya segera melancarkan aksinya.
Gambaran, tulisan, dan graffiti mulai memenuhi dinding kota.
“Ini adalah
gambaran Kenya. Kami memiliki burung pemakan bangkai, yang merupakan
anggota parlemen, mereka glutonouss,
mereka memakan pajak kami, mereka memperkosa ibu kami, mereka ambil
tanah kami, jadi kami menggunakan lukisan untuk mengatakan bahwa kita
tahu siapa mereka, kami tahu kalian preman, dan kami berjuang kembali
untuk merebut kembali negara kami,” katanya.
Uhuru dan Bankslave,
graffiti artist yang membantu Boniface, menyambut baik gagasan ini.
Semangat dan rasa gugup bercampur terlihat dari wajah Boniface
karena kegiatan
ini dilakukan diam-diam untuk menghindari polisi.
Langganan:
Postingan (Atom)



